HATI-HATI DENGAN GEJALA COVID YANG BARU

Beberapa hari lalu, banyak berita yang beredar bawah Covid-19 memiliki gejala yang baru yang bisa mematikan. Gelaja tersebut bernama Happy Hypoxia, dimana kondisi ini terjadi pada seseorang yang mengalami penurunan kadar oksigen dalam tubuh, namun tidak ada gejala yang muncul. Ada penelitian mengatakan bahwa sekarang ini happy hypoxia itu merupakan gejala dari covid-19.

Gejala seperti ini biasanya ditandai dengan kadar oksigen yang turun drastic di dalam darah. Tanda-tandanya pun sangat simple seperti batuk, sesak nafas, detak jantung lebih berdebar. Namun yang perlu di perhatikan bawah, ada beberapa orang yang terkena hypoxia tanpa gejala atau tanda sedikit pun. Mereka yang terkena ini masih bisa beraktivitas pada umumnya, disisi lain bebera organ vitalnya berteriak karena kekurangan oksigen.

Tentunya oksigen memang dialirkan oleh dari keseluruh tubuh, bahkan ke organ-organ yang membutuhkannya. Kebayang gak kalau di dalam diri kita terdapat satu organ yang tidak dapat distribusi oksigen? Tentunya organ tersebut tak bisa bekerja secara maksimal. Happy hypoxia ini juga bisa membunuh secara perlahan, apalagi jika seseorang mengalami tanpa gejala apapun. Kondisi seperti ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian mendadak. Jika kondisi ini terjadi, bisa mengagalkan salah satu organ sehingga kemungkinan besar organ tersebut tak bisa berfungsi seperti biasanya.

Seperti yang tadi sudah di jelaskan diatas, bahwa penderita hypoxia selalu mengalami tanda-tanda yang lebih jelas. Ketika sudah terlihat beberapa gejala, maka kondisi tersebut bisa langsung ditangani dengan cepat dan mengikuti sejumlah perawatan agar salah satu organnya masih bisa terselamatkan.

Lain halnya dengan penderi hypoxia yang disebabkan oleh covid-19, penderitanya itu cenderung tak memiliki gejala apapun. Karena penderitanya merasa sehat-sehat aja, tapi sebenernya organ vitalnya sudah sangat kekerungan oksigen dan bisa menjadi rusak parah. Tak heran, jika penderita happy hypoxia karena covid-19 ini akan meninggal secara mendadak.

Tubuh yang normal biasanya memiliki kadar oksigen antara 95%-100%. Bila seseorang memiliki kadar oksigen yang rendah misalnya dibawah 90%, biasanya gejala hypoxia akan muncul. Sedangkan penderita covid yang mengalami hypoxia ini, kadar oksigennya bisa mencapai 50% tapi mereka terlihat seperti sehat-sehat aja. Serem banget kan!! Bahkan beberapa hari yang lalu ada penelitian yang mengatakan ada 16 orang positif covid dan kadar oksigennya sudah rendah, namun tak ada tanda-tanda hypoxia.

Dengan begitu ada beberapa kecenderungan yang bisa menyebabkan hypoxia pada pendertia covid-19 yaitu:

  1. Kadar karbondioksida yang rendah. Karena jika kadar oksigen turun pada penderita covid akan otomatis membuat turun juga kar karbondioksidanya. Disaat tubuh merasa baik-baik aja, padahal terdapat gangguan.
  2. Kemampuan otak galam merespon cenderung lambat disaat oksigen sudah terlalu rendah, karena virus yang masuk bisa merusak kemampuan organ tubuh salah satunya otak. Setelah itu barulah gejala terlihat.
  3. Kamu pun bisa menggunakan pulse oximeter, yaitu merupakan alat yang diperuntukan untuk melihat kadar oksigen dalam darah dan penggunannya pun tak akan merasakan sakit. Penggunaan alat ini memang bergantung kepada pemakainya mulai dari suhu tubuh, jari yang dimasukan pada alat hingga penggunaan cat kuku.

Alat ini akan bekerja dengan memancarkan cahaya untuk nimbus ke pembuluh darah di jari. Jika hasilnya normal berati sel darah memiliki kadar oksigen yang cukup.

Covid ini belum berakhir, tetap jaga kesehatan ya. Apalagi dari kemarin sudah banyak yang bahas tentang hypoxia ini, Covid aja sudah mengerikan apalagi ditambah jika penderitanya mengalami hypoxia juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *